Menu
lazada.com

Menilik Wisata Sejarah di Karimun, Kepulauan Riau

  • Written by 
Keterangan Fhoto: Festival Tari Dongkang (F:Achmad) Keterangan Fhoto: Festival Tari Dongkang (F:Achmad)

Lampungterkini.co.id- Tanjungbalai Karimun merupakan salah satu kabupaten yang berinduk dengan propinsi Kepulauan Riau, Karimun--singkatnya, merupakan tujuan wisata yang laik anda kunjungi, selain dikenal sebagai Kabupaten yang masyarakatnya dominan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa sehari-hari, Kabupaten ini juga terkenal dengan Wisata sejarahnya, khususnya Kecamatan Buru.

Kilasan Kecamatan Buru
Buru sebuah kecamatan yang ada di kabupaten karimun yang dulunya bagian dari kerajaan Riau-Lingga. banyak kisah menarik dari sebuah langenda nama pulau buru. buru memilki objek wisata yang menarik dan bersejarah bagi masyarakat melayu. adapun yang menjadi andalan objek wisata di kecamatan buru.

Asal usul nama Buru adalah karena pulau ini dahulunya tempat orang berburu binatang. hal inilah yang menjadikan nama pulau ini menjadi Pulau Buru.

Makam Keramat Datuk Sibadang
Makam Badang merupakan sebuah pusara tempat peristirahatan terakhir seorang hulubalang Kerajaan Riau-Lingga. Hulubalang ini bernama Badang dan mempunyai kekuatan yang sangat besar serta mempunyai kesaktian. Karena kekuatannya itu, maka ia berhasil menumpas rompak laut yang mengacau di daerah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga. Makam ini dikeramatkan oleh sebagian penduduk tempatan sebagai tempat meminta berkah dan keselamatan.

Makam Keramat Moyang Seraga
Moyang Seraga dipercayai sebagai penduduk awal Pulau Buru yang ditemui raja ketika sedang berburu. Suatu ketika dahuluPulau Buru adalah hutan belantara yang menjadi tempat sang raja berburu. Makam Moyang Seraga di Desa Kandis, Pulau Buru, Karimun, Kepulauan Riau - Indonesia.

Makam Keramat Layang Kumitir
Keramat Layang Kumitir Merupakan makm yang di keramati oleh penduduk - pnduduk sekitar, Pada makam itu terdapat dua buah Pusara, Pusara Layang Kumitir dan Pusara orang kepercayaan nya atau pengawalnya, Layang Kumitir di percayai penduduk sebagai orang dekat Wali Songo yang datang dari pulau jawa untuk menyebar luaskan agama Islam, Karna kapalnya kandas maka layang kumitir dan kepercayaannya tersebut tinggal menetap dan hingga akhirnya meninggal dunia.

Sumber Mata Air Panas
Sumber Mata Air Panas ini terletak di Desa Tanjung Hutan Kecamatan Buru. Sumber Mata Air Panas tersebut sudah dikelola dalam bentuk sebuah kolam, sehingga pengunjung lebih mudah untuk memanfaatkannya. Apalagi kolam pemandian air panas ini berada jauh dari kebisingan kota. Sehingga sangat cocok untuk relaksasi. Di sekeliling kolam terdapat suasana perkampungan yang unik dan masih alami.

Gunung Papan
Gunung papan yng terletak di Desa Tanjungbatu Kecil ini juga menjadi wisata alam bagi siswa pencinta alam yang ada dikecamatan buru karena pemandang yang terlihat dari puncak gunung sangat indah, dari gunung ini kita juga bisa melihat Kota Karimun.

Masjid Raja Haji Abdul Ghani
Mesjid Buru merupakan mesjid yang tertua di daerah Karimun. Mesjid ini lebih dikenal dengan sebutan Mesjid Buru karena terletak di Pulau Buru. Mesjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman Muazamsyah (1883-1911). Jadi, mesjid ini sekarang sudah berusia lebih dari seratus tahun. Tidak diketahui secara pasti tahun berapa mesjid ini mulai didirikan. Mesjid Buru terletak di Desa Buru. Pada saat ini mesjid masih berfungsi dengan baik dan dapat menampung sekitar 100 orang jamaah.

Kelenteng Tua
Kelenteng yang terdapat di Pulau Buru ini merupakan tempat sembayang bagi umat Budha di Pulau Buru dan sekitarnya. Kelenteng ini merupakan  tempat peribadatan pertama yang didirikan di Pulau Buru. Bangunannya terbuat dari batu dan semen. Menariknya, kelenteng ini letaknya berdekatan dengan Mesjid tertua Karimun di Pulau Buru. Sehingga dapat dikatakan toleransi antar umat beragama di Karimun sudah terjalin sejak lama.

Sumur Tua
Sumur tua di Pulau Buru ini memiliki keunikan yaitu mata airnya tidak pernah kering dalam kondisi cuaca apa pun. Sehingga airnya tetap dapat dijumpai dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk keperluan lainnya bagi sebagian masyarakat yang mempercayainya.

Pantai Tanjung Ambat
sebuah pantai yang terletak dipulau Buru menjadi objek wisata alam bagi masyarakat buru waktu libur. Pantai Tanjung Ambat memiliki daya tarik tersendiri yaitu memiliki pemandangan yang indah, airnya kebiruan dan terdapat cottage yang terbuat dari kayu-kayu yang diambil dari hutan sekitarnya. Karena terbuat dari kayu-kayu, maka tinggal di cottage tersebut akan terasa lebih nyaman dan segar. Untuk dapat mencapai pantai ini dapat menggunakan perahu atau speedboat dari Tanjungbalai Karimun selama kurang lebih 45 menit.

Tapak Kaki Si Badang
jejak kaki Badang Perkasa. Tapak kaki tersebut tak pernah terhapus, karena jejak bekas tapak kaki itu menembus batu cadas yang terdapat di sepanjang kawasan itu.

Sayangnya, lobang bekas tapak kaki itu dipenuhi air yang berlumut. Sehingga, tapak kaki itu kian buram dan tidak jelas lagi. Bahkan, beberapa kerikil bekas tambang batu granit nampak berserakan di dalam bekas tapak kaki itu, akhirnya pemerintah Kabupaten Karimun mendirikan stadion dengan nama Stadion Badang Perkasa

Jika dialihkan pandangan ke arah dinding bukit di dekat tapak kaki Badang Perkasa, terdapat sebuah mata air yang terus mengalir. Konon, mata air itu tidak pernah kering meskipun pada saat kemarau panjang.“Mata air itu dulunya kerap digunakan orang untuk mandi. Konon airnya dipercaya sebagian kalangan masyarakat untuk menyembuhkan penyakit. Entah benar atau hanya sekedar kepercayaan saja, namun yang jelas dulunya tempat itu ramai dikunjungi orang,” ujar seorang warga ketika diwawancarai Tim Litbang Kepriterkini.co.id

Festival Dangkong
Acara ini banyak diikuti oleh peserta dari mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan beberapa daerah di Kepulauan Riau. Pada festival ini pengunjung dapat menikmati sajian tarian, olah vokal dan musik Melayu dari para seniman, koreografer dan musisi yang menyuguhkan karya-karya terbaiknya.

Lomba Sampan Layar
Pada awalnya merupakan permainan rakyat yang tinggal di sepanjang pantai di Karimun dan menjadi tradisi bagi masyarakat Melayu yang hidupnya menggantungkan diri sebagai nelayan.  Kini,  menjadi agenda sepanjang tahun Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Karimun. Lomba Sampan Layar sering diadakan setiap perayaan 17 Agustus atau Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Jumlah orang yang ikut berlomba dalam 1 perahu mulai dari 5 orang, 7 orang, 9 dan 12 orang.

Mandi Syafar
Merupakan kegiatan ritual di Karimun pada bulan Syafar (Penanggalan Islam), yaitu melakukan mandi Syafar untuk membersihkan diri dari mara bahaya.

Jadi, apakah anda tertarik mengunjungi Wisata Sejarah di Kabupaten Karimun?, silahkan kunjungi situs resmi pemerintahan Kabupaten Karimun dan mengunjung pusat informasi di Karimun Expo yang persis berada belakang rumah kediaman Dinas Bupati Karimun.

(Litbang Kepriterkini.co.id)

back to top
Hosting Unlimited Indonesia

Silahkan Komentar