Menu
www.lazada.com

Emas perhiasan turun Rp 100 ribu, aksi borong naik 20 persen

  • Written by 
Emas perhiasan turun digunakan konsumen membeli emas. (Ilustrasi) Emas perhiasan turun digunakan konsumen membeli emas. (Ilustrasi)

SUKADANA, Lampungterkini.co.id- Pasaran harga emas di tingkat pedagang perhiasan di Lampung Timur dalam sepekan terakhir terus merosot hampir menyentuh harga Rp 100 ribu/gram atau sekitar 30% dari harga normal.

“Malah sudah dua bulan ini harga emas turun,” kata seorang karyawan di sebuah toko perhiasan emas di pasar Semarang Baru, Jumat (28/6/2013).

Faktor penyebab harga emas perhiasan merosot tajam pada level tertinggi akibat fluktuasi harga emas dunia yang menjadi standar baku harga emas internasional. “Karena, harga emas itu kan standarnya internasional. Lainnya itu saya nggak tahu,” tutur karyawan yang menolak disebut namanya itu.

Menurutnya, harga emas perhiasan yang dijual sangat bervariasi. Sebab, nilai emas perhiasan tersebut juga dipengaruhi oleh bentuk, model maupun desain dari perhiasan itu. “Macam-macam, tinggal berapa persen emasnya dan model perhiasannya,” tutur karyawan perempuan di toko perhiasan emas itu.

Emas dengan kemurnian 18 karat yang memiliki komposisi 70% emas, untuk satu gramnya berkisar Rp 320 ribu-Rp 335 ribu. Padahal sebelumnya, harga emas perhiasan dengan nilai kemurnian 70% tersebut, bisa dijual antara harga Rp 415 ribu-Rp 420 ribu/gramnya. “Kalau yang 75% ditempat kami harganya Rp 345 ribu/gramnya dan 80 persen harga jualnya sekitar Rp 400 ribu/gram,” akunya.

Penururnan harga yang cukup tajam ini berdampak pada banirnya pembeli. Semenjak harga emas perhiasan turun nilainya, banyak konsumen dan peminat emas perhiasan melakukan aksi beli ketimbang jual. “Dibanding yang jual, sekarang banyak yang membeli. Hampir 20% perbandingannya,” kata Asih, penjaga gerai emas  lainnya.

Dikatakan, selisih Rp 100 ribu dari harga penurunan itu memang sangat memukul para pedagang emas perhiasan. Apalagi, kondisi ini sudah terjadi sebelum gembar-gembor isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang baru lalu. “Yang jelas, kami rugi. Harga emas tetap saja tidak naik-naik meski BBM naik. Karena, kulakan kami sebelum ada penurunan harga, dan itu pas mahal-mahalnya. Lha sekarang, kami terpaksa menjual dengan harga dibawah harga kulakan,” tambah Asih.

Namun ia meyakini, harga emas perhiasan besar akan kembali naik pada saat mendekati lebaran. Bahkan, ia memprediksi harga emas perhiasan akan kembali normal sesuai harga patokan setelah usainya lebaran. “Tapi mungkin naiknya nggak banyak. Paling sekitar Rp 1.000-Rp 1.500/gramnya,” tukasnya.

(LT/Skdn/Lt6)

back to top
Hosting Unlimited Indonesia

Silahkan Komentar